PRIMA – Mukhlis, M.Pd

Bismillaahirrahmaanirrahiim, Assalaamu ‘alaikum Wr..Wb…

 

  1. Latar Belakang

Guru adalah seorang Pendidik. sebagai insan yang mulia dan berjasa kerana merekalah yang bertanggungjawab mendidik manusia, hingga melahirkan generasi Muslim yang beriman dan beramal soleh serta sanggup melaksanakan tugas terhadap diri, keluarga, masyarakat dan negara.

Dalam sejarah hidupnya, Seorang guru itu akan sentiasa memikirkan bagaimana bisa membuat keberhasilan anak-anak didiknya, sehingga mereka sanggup bekorban dan melakukan apa saja, agar mereka mampu meraih apa-apa yang dicita-citakannya.

Begitu mulianya seorang pendidik yang senantiasa ikhlas memberikan ilmunya, sehingga Allah cantumkan dalam al-Qur’an, sebagaimana Firman Allah s.w.t. di dalam Surah Al-Mujaadalah ayat 11 yang berbunyi :

 

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَات

 

Artinya: “Allah  meninggikan darjat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan (dari kalangan kamu) beberapa darajat”.

 

Peranan guru itu sangatlah luas. Guru merupakan pendidik, pembimbing yang selalu memotivasi agar menjadi lebih baik. Dia juga penyampai ilmu, penggerak dan penasehat bagi murid-muridnya. Ini maknanya, guru atau pendidik mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat penting bagi peradaban masa depan. Tak dapat dinafikan bahwasanya, Peradaban yang kita rasakan diera ini adalah buag hasil dari para pendidik-pendidik kita puluhan tahun yang lalu. Dan Ketahuilah, bahwasanya Peradaban puluhan tahun kedepan nanti adalah berada ditangan kita, Karena Kitalah yang sekarang ini Allah swt. pergilirkan untuk mengemban amanahkan itu.

Dan kita mesti memberikan ilmu dan pengalaman yang terbaik buat anak-anak didik kita, agar mereka mampu bersaing, bahkan menjadi pemimpin pada peradaban di era mereka nanti.

 

  1. Tugas Kita Sebagai Guru & Da’i

Agama kita meletakkan tugas guru yang melaksanakan tugas tarbiyah, adalah ditempat yang sangat mulia. sehingga, seluruh waktu atau masa yang digunakan, akan dinilai sebagai ibadah. Setiap langkah menuju ke sekolah dan juga ketika  pulang dari sekolah, maka seorang guru akan mendapatkan satu pahala serta dihapuskan satu dosa.. kemudian menyampaikan ilmu dan hikmah secara ikhlas semata-mata kerana Allah swt, merupakan jihad yang sangat mulia pada pandangan Islam, seperti mana yang dituntut dalam syariat Islam.

 

  • Abu Darda Radliyallahu ‘anhu berkata, “Siapa yang beranggapan bahwa pergi menuntut ilmu bukan jihad maka telah berkurang akalnya.” (Jami’ bayanil ‘ilmi hal 60).
  • Mu’adz bin Jabal Radliyallahu ‘anhu berkata, “Pelajarilah ilmu, sebab mempelajarinya karena Allah adalah hasanah, menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah tasbih, dan membahasnya adalah jihad.” (Jami’ bayanil ‘ilmi hal. 94).

 

  • Al Hafidz ibnu Rajab Rahimahullah berkata, “Demikian pula orang yang menyibukkan diri dengan ilmu, ia adalah salah satu dari dua macam jihad. Menyibukkan diri dengan ilmu sama dengan jihad fii sabilillah.” (Jami’ Rosail ibnu Rojab 1/244).

 

  • Syaikh Abdurrahman As Sa’di Rahimahullah berkata, “Diantara jihad yang paling agung adalah meniti jalan ilmu dan mengajarkannya, karena sibuk dengan ilmu bila niatnya lurus tidak ada amalan yang dapat mengimbanginya. Karena dengan ilmu agama menjadi hidup, orang-orang bodoh menjadi terbimbing, juga seruan kepada kebaikan dan larangan dari keburukan dan kebaikan lain yang amat banyak dimana para hamba selalu butuh kepadanya.” (Al Fatawa As Sa’diyah hal 45).

 

Penuntut ilmu, orang yang berilmu, serta orang yang mengajarkan ilmu itu akan senantiasa mempengaruhi dan menyebarkan kebaikan, oleh karena itu dalam hadits disebutkan.

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ

“Keutamaan seorang yang berilmu atau ahli ibadah itu adalah sebagaimana keutamaanku atas orang yang terendah dari kalian”.

Orang Sholih atau Ahli Ibadah itu,  memberi pengaruh hanya bagi dirinya sendiri, tapi Seorang yang berilmu, baik guru/ pendidik maupun da’i, maka pengaruhnya sangat-sangat luas sekali, bahkan sampai keseluruh dunia dan menjadi amal jariyah, jika mereka sempat menuliskan karya-karyanya yang dimanfaatkan oleh siapa saja dan kapan saja.

Sebarkanlah ilmu di setiap tempat  sesuai  kemampuan kita masing-masing, dan bertaqwalah keapda Allah ‘Azza wa Jalla, jangan pernah merasa puas dengan apa yang telah kita miliki, dan Senantiasalah kita ingat do’a dalam firmanNya :

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Dan katakanlah : “Ya Allah tambahkanlah kepadaku ilmu”( QS. Thaha : 114 )

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya : “ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” 

(QS. An-Nahl ayat 125)

 

  1. Dalam Islam terdapat 4 martabat guru atau pendidik yaitu:

 

  • Mudarris : yang artinya, guru yang hanya mengajar mata pelajaran kemahiran mereka sahaja.

 

  • Mu’allim : yang artinya, guru yang tidak hanya mengajar mata pelajaran mereka tetapi turut menyampaikan ilmu-ilmu lain.

 

  • Mursyid : yang artinya, guru yang menyampaikan ilmu dan menunjukkan jalan yang benar.

 

  • Murabbi : yang artinya, guru yang mendidik, memelihara, mengasuh, mentarbiyyah anak didiknya  menjadi manusia yang berilmu, bertaqwa dan beramal soleh.

 

Sebagai seorang guru yang beriman dan bertaqwa keempat-empat ciri di atas, hendaklah mesti kita fahami dan hayati di dalam kehidupan sebagai  Pendidik, terutama ciri keempat yaitu mendidik, memelihara, mengasuh, mentarbiyyah anak didiknya menjadi manusia berilmu, bertaqwa dan beramal soleh. Jika tugas ini dapat direalisasikan dalam pendidikannya maka kedudukan kita sungguh mulia dan akan duduk berdekatan dengan Rasulullah saw. di hari akhirat nanti. Aamiin.

 

  1. Tujuan Yang Ingin Kita Capai

Setiap lembaga pendidikan memiliki tujuan yang berbeda-beda, masing-masing menetapkan standar yang ingin dicapainya sendiri. Bagi kita yang istiqomah mengemban tugas sebagai pendidik di lembaga yang berbasis Islam Terpadu, tentu menginginkan output yang sempurna dari anak-anak yang kita didik. Bukan hanya kita menginginkan mereka memperoleh Prestasi yang maksimal, Rajin, namun juga mesti memiliki kemandirian dan berakhlak yang mulia, sehingga kita bisa mempersembahkan amalan terbaik kita saat bertemu Allah swt diakhirat nanti, dengan membanggakan anak-anak didik kita, yang membawa kemuliaan untuk para guru-gurunya, sehingga Allah berikan derajat yang tinggi kepada kita, sebagai mana yang telah Ia janjikan. Aamiin.

 

KESIMPULAN

Mari kita berusaha semaksimal mungkin, solid BEKERJASAMA dalam membimbing anak-anak didik kita, agar memiliki karakter PRIMA (Prestasi Optimal, Rajin, Iman yang Kokoh, Mandiri, serta Berakhlaqul Karimah).

Jazakumullaahu Khairon, Wassalaamu ‘alaikum Wr…Wb…

 

Batam, 26 Syawwal 1440 H./ 30 Juni 2019 M.

Oleh : Mukhlis, M.Pd.